Home / Cerita Dewasa ABG / Cerita Dewasa Sms Nyasar Membawa Berkah

Cerita Dewasa Sms Nyasar Membawa Berkah

Cerita Dewasa Sms Nyasar Membawa Berkah

Cerita Dewasa Sms Nyasar Membawa Berkah – Episode kali ini akan menceritakan sebuah pengalaman sex dari seorang kenalanku yang tinggal di kota jogya. Baca juga cerita-cerita sex dewasa lainnya hanya di ceritasexdewasa.info yah guys :), Nah sekarang langsung saja kita simak cerita dari kenalanku ini.

Cerita Dewasa Sms Nyasar Membawa Berkah

Cerita Sex ini dimulai dari sms nyasar yang masuk ke handphone saya. Saat itu, saya sedang dalam kondisi santai duduk di sofa sambil nonton televisi. Tiba-tiba ada bunyi sms masuk dari hp ku. Langsung segera saat itu juga saya mengecek hp saya.Cerita Dewasa Sms Nyasar Membawa Berkah

Karena saya tidak mengenal nomor hp tersebut, dan saya juga tidak punya catatan tentang nomor HP tersebut, maka saya mencoba mengenali nomor hp tersebut dengan agak mereka-reka. Segera kukirimkan sms balasan tersebut, berisi pesan yang kira-kira menyatakan bahwa saya lupa ini nomor hp siapa! Hallo ini siapa yah? Satu kali sms kukirim kepadanya, dia tidak menjawab. Aneh, pkirku. Kenapa dia yang mengirim sms dan tidak membalas sms dari saya yah?. Kemudian kukirimkan sekali lagi, dan kucantumkan nama saya. Tak lama kemudian, ia membalas dengan miss call.dan kemudian saya telepon balik nomor tersebut, Tapi tidak diangkat. Saya sedikit bingung pada saat itu, Kenapa dia sms saya dan miss call saya tetapi ketika saya membalas sms dan menelepon balik dia malah tidak mau menjawab?.Cerita Dewasa Sms Nyasar Membawa Berkah

pukul 5 langsung kutelepon nomor itu. Halo, ini siapa yah?, Tanya saya sejenak. Apakah namamu Feri, begitu tanggapan lawan bicara saya. Kaget dan bahagia bercampur menjadi satu,ternyata nomor tersebut adalah punya seorang cewek lho. Nama saya Anton,balas saya. Oh, maaf saya pikir anda adalah teman saya. Kata si cewek tersebut. Maaf kalau telah mengganggu, jawabnya sambil menahan malu. Oh, tidak apa-apa, jawab saya. Saat itu juga hendak kumatikan teleponku, namun lawan bicara saya segera bertanya. Singkat kata, akhirnya kami berkenalan. Dari telepon itu, saya tahu bahwa nama wanita tersebut adalah Vivi.

Sejak saat itu, kami sering berkirim SMS. Kadang-kadang saya malah menelponnya. Namun, tidak ada niat sedikitpun dalam diriku untuk menemuinya, atau melihat wajahnya.

Toh tidak ada maksud apa-apa, pikirku. Dua bulan berjalan sejak perkenalan itu, entah mengapa, isi pesan SMS berubah menjadi hal-hal yang agak menjurus ke sex. Tiga bulan berjalan sejak perkenalan kami lewat telepon. Tiba-tiba, Vivi mengirim SMS yang menyatakan ingin bertemu. Mengapa tidak, kupikir. Toh tidak ada ruginya untukku. Saat itu pikiranku belum berpikir jauh sampai ke sex.

Kami janjian sore pukul 17.00. Kebetulan hari itu hari libur. Setelah tiba di tempat yang dijanjikan, saya segera meneleponnya. Gua pake sweater pink, kata Vivi. Segera kutemui Vivi yang sedang berdiri menunggu. Hai, Vivi ya?, tanya saya. Vivi segera tersenyum. Wajahnya memang tidak cantik, tubuhnya pun tidak aduhai seperti poster swimsuit di majalah Popular. Namun, saya memang tidak terlalu mempermasalahkan penampilan fisik. Segera kuperkenalkan diriku. Gua Anton, kata Saya.Cerita Dewasa Sms Nyasar Membawa Berkah

Memang pergaulanku dengan wanita tidak intens, sehingga saat itu saya sedikit gugup. Namun, segera kututupi kegugupanku dengan sedikit jaim (jaga image). Kami segera menjadi akrab. Kami berbicara sebentar sambil menikmati makanan di sebuah food court.

Ton, suka nyanyi-nyanyi gak?, tanya Vivi setelah kami selesai makan. Suka, tapi tidak di depan umum, begitu jawabku. Sama dong. Kalo gitu, mau gak kamu saya ajak utk nyanyi di karaoke? Kita bisa pesan private room kok, jadi tidak ada orang lain. tanya Vivi. Kupikir, asyik juga ya, untuk melepas lelah. Segera kami meluncur ke sebuah karaoke terdekat menggunakan mobilku.Cerita Dewasa Sms Nyasar Membawa Berkah

Setibanya di sana, kami memesan tempat untuk dua orang. Kami segera dituntun masuk oleh seorang wanita. Ruangannya agak remang-remang, dan ditutupi gorden, jadi memang tidak akan terlihat dari luar. Sambil waitress menyiapkan ruangan, kami memesan minuman. Vivi permisi kepada saya untuk ke toilet. Tepat setelah waitress menyiapkan ruangan dan minuman, Vivi kembali. Kurasa agak aneh waktu itu karena aroma wewangiannya kian tajam. Namun, tidak kupedulikan.Cerita Dewasa Sms Nyasar Membawa Berkah

Segera kami mulai memasang lagu kesukaan kami, dan kami bernyanyi-nyanyi. Sampai tibalah kami di lagu yang kelima. Vivi memesan lagu yang lembut, dan agak romantis. Sebelum lagu tersebut dimulai, tak sengaja punggung tanganku menyentuh punggung tangan Vivi. Halus sekali, pikirku. Sayang sekali tanganku untuk berpindah dari punggung tangannya, sehingga kubiarkan saja di situ.Cerita Dewasa Sms Nyasar Membawa Berkah

Vivi pun diam saja, tidak berusaha melepaskan sentuhan tangannya dari tanganku. Dingin ya?, tanya Vivi, kepada saya, sambil melihat tanganku. Iya, jawabku mengangguk lemah. Segera Vivi mendekatkan tanganku ke tangannya. Tanganku segera menggenggam jari-jarinya. Kami bernyanyi sambil menikmati kehangatan tersebut. Pelan-pelan, naluriku mulai berjalan. Ingin sekali saya mengelus pipinya yang lembut, namun saya agak takut-takut. Perlahan-lahan Vivi mendekatkan bahunya ke bahuku sehingga kami duduk sangat dekat.

Wangi aroma tubuh Vivi segera membius diriku. Tak kupedulikan lagi ketakutanku. Segera kubelai pipi dan kening Vivi. Ia menatapku. Saya balas menatapnya. Lalu kuusap lembut rambutnya. Darah kelelakianku segera berdesir. Kukecup keningnya. Vivi  diam saja. Kukecup rambut dan pipinya, segera aroma tubuhnya kembali membius diriku. Vivi benar-benar kuperlakukan seperti pacarku sendiri.Cerita Dewasa Sms Nyasar Membawa Berkah

Tiba-tiba timbul gelora yang besar untuk memeluknya. Vivi sepertinya mengerti karena dia segera mengubah posisi duduknya sehingga memudahkanku untuk memeluknya. Segera kupeluk Vivi dengan rasa sayang.

Tiba-tiba Vivi menarik tanganku ke dada kirinya. Segera kurasakan bagian lembut kewanitaannya tersebut. Nikmat sekali, namun dengan rasa agak takut. Pelan-pelan kusentuh buah dadanya yang lembut itu. Vivi diam saja. Saya mulai berani. Ku elus-elus buah dadanya, perlahan-lahan, dengan gerakan memutar, tanpa menyentuh bagian putingnya. Saya semakin berani. Tangan kananku kumasukkan ke dalam sweater merahnya.

Segera ku elus bukit lembut tersebut di bagian pinggirannya. Ku putar-putar tanganku mengelilingi putingnya. Setelah beberapa saat, kusentuh putingnya. Ternyata putingnya sudah mengeras. Lalu kuremas dengan lembut. Vivi mendesah. Ssshh, desahnya.Cerita Dewasa Sms Nyasar Membawa Berkah

Kulanjutkan penjelajahanku ke dada kanannya. Kuulangi hal yang sama. Lagi-lagi Vivi mendesah. Segera ia memagut bibirku, dan melumatnya. Saat kujulurkan lidahku, segera dihisapnya kuat-kuat. Oh, nikmat sekali berciuman seperti ini, pikirku karena memang saya belum pernah berciuman dengan wanita. Badanku bergetar hebat, karena saya belum pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya.

Kami lanjutkan permainan kami beberapa saat. Setelah itu, kami berhenti untuk menikmati minuman kami. Kusodorkan sedotan minumanku untuk diminum terlebih dulu oleh Vivi. Kemudian kami lanjutkan nyanyian kami sambil berpelukan. Nyaman sekali rasanya saat itu.Cerita Dewasa Sms Nyasar Membawa Berkah

Kuteruskan permainan tanganku dengan lembut, mengelus dan meremas dengan lembut buah dada Vivi. Vivi kembali memagut bibirku. Kami berciuman hebat. Tiba-tiba Vivi menarik tanganku, dan memasukan tanganku ke dalam celana panjangnya. Segera terasa bulu-bulu halus kemaluannya tersentuh oleh tanganku.

Pelan-pelan kudorong tanganku ke bawah, menuju organ intimnya. Segera terasa tanganku menyentuh vaginanya yang hangat dan basah. Montok kan punya gua?, begitu ungkap Vivi saat tanganku mengelus lembut vaginanya. Segera kuiyakan pertanyaannya itu, padahal saya tidak bisa membedakan seperti apa vagina yang tidak montok. Kuusap terus vaginanya, seraya desahan Vivi mengiringi gerakanku. Sssh.. Oh, Ton. Baru kamu laki-laki yang bisa memperlakukanku dengan lembut, begitu terus desahnya. Tersanjung juga saya dipuji dirinya.

Kami terus bercumbu sampai tak terasa dua jam berlalu. Ton, kamu jangan pulang dulu ya. Saya ingin dikelonin sama kamu. Temani sebentar saya di hotel ya?, tanya Vivi kepada saya. Saat itu, saya agak takut. Takut saya tidak bisa menahan diri untuk tidak tidur dengannya. Segera kuingat ajaran2 agama yang melarangku melakukannya. Namun sepertinya Vivi mengerti ketakutanku. Saya cuma minta dibelai kok. Tidak lebih. Ya, Ton?, tanyanya dengan mata memohon. Berat sekali rasanya untuk mengiyakan permintaannya.

Di satu sisi, saya takut sekali melanggar ajaran agama. Lagipula, saya banyak tugas yang malam itu harus kuselesaikan. Namun sisi kemanusiaanku membuat saya tidak tega menolaknya. Baiklah, tapi tidak lebih dari itu ya?, jawabku. Iya, aku janji deh, kata Vivi lagi.Cerita Dewasa Sms Nyasar Membawa Berkah

Kami segera keluar dari ruangan, membayar ke kasir, dan meluncur ke sebuah hotel menggunakan mobilku. Vivi menjadi penunjuk jalan. Setelah membayar uang deposit di kasir hotel, kami segera melenggang ke dalam kamar. Di dalam kamar, saya menyalakan televisi. Sejenak kami menikmati sebuah film. Tak lama kemudian, Vivi membentangkan tubuhnya di kamar tsb. Nala, sini dong, kata Vivi. Saya mengubah posisi duduk ku di ranjang mendekati Vivi. Saya dalam posisi duduk, sementara Vivi sudah telentang. Nala, belai saya

lagi ya, kata Vivi. Segera tanganku mengelus dahi Vivi. Kuelus-elus dahinya beberapa lama, turun ke pipi, lalu ke rambutnya yang panjang.Cerita Dewasa Sms Nyasar Membawa Berkah

Vivi menikmati gerakanku sambil menutup mata. Lalu kusandarkan tubuhku ke ranjang, kukecup lembut kening dan dahinya. Vivi membuka matanya, tersenyum. Lalu kucium kelopak matanya. Vivi benar-benar menikmati perlakuanku. Perlahan kukecup lembut bibirnya. Saya hanya menyentuhkan bibirku di bibirnya. Namun segera Vivi menjerat bibirku di bibirnya. Dilumat bibirku dengan bergairah, sementara tangannya dengan kuat memelukku. Kujulurkan lidahku untuk menyentuh bibir bawahnya, namun Vivi segera menghisap bibirku tersebut. Segera kuarahkan ciumanku ke bagian telinganya, dan kujilat bagian dalam daun telinganya dengan lidahku.

Vivi meronta-ronta dan mendesah. Aduh Nala, geli sekali. Teruskan Nala, katanya. Kucumbu Vivi terus di telinganya. Kemudian kuarahkan cumbuanku ke lehernya. Vivi mendesah hebat. Ssshh.. sshh.. ohh, desah Vivi. Saya tidak bisa menahan diriku lagi. Vivi, boleh kubuka bajumu?, tanya saya pelan kepada Vivi . Vivi mengangguk, tersenyum. Perlahan-lahan kubuka kancing bajunya. Terlihatlah tubuhnya yang putih mulus, dengan bra berwarna biru. Kulanjutkan ciumanku di seputar payudaranya. Tak lupa kukecup pelan ketiaknya yang bersih tanpa bulu. Vivi mengerang. Nala, buka BH gua dong, pinta Vivi. Segera kuarahkan tanganku ke punggungnya untuk membuka BHnya. Sulit sekali membuka BHnya. Maklum, belum pernah saya sekalipun membuka BH wanita.

Setelah terbuka, pelan-pelan kutanggalkan BHnya. Segera tampak bukit indahnya yang putih bersih, tanpa cacat, dengan puting kecoklatan. Indah sekali, pikirku. Ingin sekali saya menciumnya. Kupindahkan BHnya dan bajunya ke meja supaya tidak kusut. Lalu, pelan-pelan kubasahi buah dadanya dengan lidahku. Kuputar wajahku memutari tokednya. Vivi mendesah lagi. Gerakan itu terus kuulang beberapa kali, lalu berpindah ke toked kanannya. Di sana kuulangi lagi gerakanku sebelum akhirnya lidahku tiba di puncak tokednya. Kubasahi putingnya dengan lidahku, kumain-mainkan, kukulum, dan kuhisap. Vivi mengerang-ngerang. Aduh, Ton..ssh..ssh.. geli sekali. Terus Ton… Sambil mengulum putingnya, pelan2 kuelus bagian perutnya. Auw.. enak Ton.., Vivi menekan wajahku ke dadanya. Kira-kira 15 menit Vivi kuperlakukan seperti itu.

Ton, bukain celanaku dong.., pinta Vivi. Segera kubuka kancing celananya, dan kupelorotkan ke bawah. Terlihatlah pahanya yang putih bersih, dan kewanitaannya yang masih tertutupi Celana Dalam warna hitam. Masih mengulum putingnya, segera kuarahkan tanganku ke selangkangannya. Kuelus-elus perlahan. Kugerakan tanganku dari dekat lututnya, terus bergerak sedikit demi sedikit ke arah pangkal pahanya.ohh.., rintih Vivi menahan kenikmatan yang kuberikan. Kuelus vaginanya yang masih tertutupi CD. Ternyata CD-nya sudah basah. Kubelai pelan-pelan bagian tersebut. Vivi meronta-ronta, dijepitnya tanganku dengan kedua belah pahanya. Oh.. ohh.. ronta Vivi. Gantian tangan Vivi yang masuk ke celana dalamku. Dipegangnya Kontolku, lalu dikocok pelan-pelan. Uuh, nikmat sekali rasanya.. Ton, buka celana dalam gua.., pinta Vivi. Jangan Vivi, gua gak berani melakukan itu. Kata saya.

Saya bukan bermaksud munafik, tapi saya memang benar-benar takut saat itu, karena belum pernah melakukannya. Tak apa-apa, Ton, tidak usah dimasukin. Gua cuma minta diciumi aja, pinta Vivi memohon. Akhirnya kubuka celana dalam Vivi. Kunikmati pemandangan indah dihadapanku. Oh, indah sekali makhluk bernama wanita ini, pikirku. Elus lagi, ton.., pinta Vivi. Perlahan-lahan, tanganku mulai mengelus bibir vaginanya yang sudah basah. Kuputar-putar jariku dengan lembut di sana. Lagi-lagi Vivi meronta. Ohh..ohh. Ke atas lagi Ton. Elus klitorisku, begitu desahnya perlahan. Saya tidak tahu persis di mana klitoris. Saya terus mengelus bibir vaginanya. Segera tangan Vivi membimbing tanganku ke klitorisnya.

Baru sekali itu saya tahu bentuk klitoris. Mungil dan menggemaskan. Dengan lembut kuputar-putar jariku di atas klitorisnya. Setiap 5 putaran, Vivi langsung mengepit tanganku dengan pahanya. Sepertinya ia benar2 menikmati perlakuanku. Ton, tolong hisap klitorisku, yah?, pinta Vivi. Saya sedikit ragu, dan jijik. Pake tangan aja yah, Vivi. Saya berusaha menolak dengan halus. Tolong dong, Ton. Sekali ini saja. Nanti gantian deh , pinta Vivi. Saya masih berat hati menghisapnya. Vivi, maaf ya. Tapi kan itu kemaluan. Apa nanti… Belum selesai saya bicara, Vivi segera memotongku. Kemaluanku bersih kok, Ton. Saya selalu menggunakan antiseptik. Tolong ya.. sebentar saja, kok, pinta Vivi lagi.

Perlahan-lahan kudekatkan mulutku ke memeknya Vivi. Segera tercium aroma yang tidak bisa kugambarkan. Perlahan-lahan kujulurkan lidahku ke klitorisnya. Saya takut sekali kalau rasanya tidak enak atau bau. Kukecap lidahku ke vaginanya. Ternyata tawar, tidak ada rasa apa-apa. Terus, Ton..ohh.. enak sekali, desah Vivi. Kuulangi lagi, pelan-pelan. Lama-lama rasa takut dan jijikku hilang, malah berganti dengan gairah. Kuulang-ulang menjilati vaginanya. Vivi makin mendesah. ooh.. oohh.. ohh.. ohh. Vivi menggenggam jari telunjukku, lalu memasukkan ke dalam liang vaginanya. Kamu nanti tidak kesakitan?, tanyaku kepadanya. Ia menggeleng pelan. Lalu, kuputar-putar jariku di dalam vaginanya. Ahh.., Vivi menjerit kecil. Kuputar jariku tanpa menghentikan jilatanku ke vaginanya.

Saat kuarahkan jariku ke langit-langit memeknya, terasa ada bagian yang agak kasar. Kuelus pelan bagian tersebut, berkali-kali. ‘Ya, terus di situ Ton.. ahh.. enak sekali.. Kuteruskan untuk beberapa saat. Vivi makin membuka lebar-lebar pahanya. Tiba-tiba Vivi menggerakkan pantatnya ke atas dan bawah, berlawanan dengan arah jilatanku. Ah Ton.. saya mau keluaar.. erang Vivi. Vivi makin mempercepat gerakannya, dan tiba-tiba gerakan pantatnya dia hentikan, lalu dikepitnya kepala saya dengan pahanya. Ahh.. Ton..saya keluar, desahnya. Segera kupeluk tubuh Vivi, dan kugenggam tangannya erat. Kubiarkan Vivi menikmati orgasmenya. Setelah beberapa saat, kuelus-elus dahi dan rambutnya. Ton, enak sekali, kata Vivi. Saya diam saja.Cerita Dewasa Sms Nyasar Membawa Berkah

Sekarang gantian, ya, kata Vivi. Saya mengangguk pasrah, antara mau dan takut. Diputarnya tubuhku sehingga tubuhnya menindih tubuhku sekarang. Dibukanya celana dan celana dalamku. Malu sekali rasanya saat itu. Segera kututupi Kontolku yang masih terduduk lemas. Sepertinya Vivi mengerti perasaanku. Ia segera mematikan lampu kamar. Saya merasa lebih tenang jadinya. Lalu, dibukanya paha saya yang menutupi Kontolku. Vivi segera meraba-raba Kontolku. Oh, geli sekali rasanya. Rasa geli itu membuatku secara refleks menggelinjang. Vivi tertawa. Enak kan, Ton? tanyanya menggoda saya. Sial nih orang, pikirku. Dikerjain gua. Mau diterusin gak, Ton? tanya Vivi sambil menggoda lagi. Saya hanya mengangguk.

Saat itu Kontolku belum berdiri. Aneh sekali. Padahal biasanya kalo melihat adegan yg sedikit porno, punya saya langsung keras. Akhirnya Vivi mendekatkan mulutnya ke Kontolku. Dikecupnya ujung Kontolku perlahan. Ada getaran dashyat dalam diriku saat kecupannya mendarat di sana. Ton, punya kamu enak. Bersih dan terawat, ujar Vivi. Geer juga saya dipuji begitu. Dipegangnya gagang Kontolku, lalu Vivi mulai menjilati Kontolku. Ya ampun, pikirku. Geli sekali.. Secara reflek saya meronta, melepaskan Kontolku dari mulut Vivi. Kenapa, Ton?, tanya Vivi. Gua gak tahan. Geli banget, sih?, kata saya protes. Ya udah, pelan-pelan aja, ya?, kata Vivi. Saya mengangguk lagi. Vivi mulai memperlambat tempo permainannya. Rasa geli masih menjalari tubuhku, tapi dengan diikuti rasa nyaman.Cerita Dewasa Sms Nyasar Membawa Berkah

Kuperhatikan Vivi menjilati Kontolku, tak terasa Kontolku segera mengeras. Vivi senang sekali melihatnya. Segera dilahap kembali Kontolku itu, kali ini sambil dikocok-kocok dengan tangannya. Sekali lagi saya disiksanya dengan rasa geli yang amat sangat. Kunikmati permainannya, tak terkira nikmatnya. Ya ampun, baru sekali ini kurasakan kenikmatan yang tiada tara seperti ini. Ah.., tak kuasa saya menahan desahanku. Ton, kumasukan ya punyamu?, tanya Vivi. Nanti kamu sakit, gak?, tanya saya. Saya sudah tak bisa menguasai diri lagi. Ingin sekali rasanya Kontolku dikepit oleh vaginanya. Ya, kalau saya yang ngontrol sih, gak sakit, kata Vivi. Ya udah, kamu yang di atas aja, katasaya  kepadanya.

Vivi segera mengubah posisi tubuhnya. Ia kangkangkan pahanya di atas tubuhku, lalu pelan-pelan dibimbingnya Kontolku menuju liang Kontolnya. Ditekannya sedikit, masuklah sedikit ujung Kontolku ke dalam. Terasa sedikit basah dan licin kemaluannya. Didiamkan punya saya di sana utk beberapa saat. Saya diam menunggu. Lalu ditekannya sedikit lagi. Kali ini punya saya masuk lebih dalam dan makin terasa cairan pelicin kemaluannya. Sudah sepertiga dari panjang Kontolku yang berada dalam vaginanya. Dia diamkan lagi Kontolku di sana beberapa saat. Ia sedikit mengernyit. Sakit?, kutanya. Iya, tapi gak apa2. , jawab Vivi. Kemudian ia mendorong Kontolku makin dalam, hingga akhirnya semua Kontolku tertelan di dalam vaginanya. Terasa basah dan hangat vaginanya. Nikmat dan geli sekali rasanya. Setelah beberapa saat, Vivi mulai menggerakkan pinggulnya naik dan turun. Ahh.. enak sekali menikmati Kontolku terjepit dalam vagina Vivi.

Posted By : CEWEK BUGIL

About RB99

Check Also

Cerita Dewasa Perbedaan Kenikmatan

Cerita Dewasa Perbedaan Kenikmatan

Cerita Dewasa Perbedaan Kenikmatan Cerita Dewasa Perbedaan Kenikmatan – Episode Kali ini saya akan menceritakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *